Lagi-Lagi Gempa dan Tsunami di Jepang – Tokyo – Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) mengguncang pulau Honshu, Jepang, pada Selasa (22/11) pagi waktu setempat. Peringatan akan adanya tsunami pun segera dikeluarkan.

Dilansir CNN, Selasa (22/11/2016), badan meteorologi dan klimatologi Jepang mengatakan peringatan tsunami tersebut dikeluarkan di perfektur Fukushima sesaat setelah gempa tersebut mengguncang kawasan di pulau Honshu pada pukul 05.59 waktu setempat. 
Gempa di Jepang yang mengakibatkan gelombang tsunami

( http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/16/11/22/oh0nhl384-gempa-di-jepang-timbulkan-tsunami )
“Ada kemungkinan terjadi tsunami dengan ketinggian 1 hingga 3 meter,” jelas pernyataan tersebut.

Hingga saat ini belum dijelaskan apakah ada korban jiwa dan kerusakan yang terjadi akibat gempa tersebut. ( http://news.detik.com/internasional/d-3350952/gempa-73-sr-guncang-pulau-honshu-jepang-keluarkan-peringatan-tsunami )

Tsunami 1,4 Meter Terlihat Setelah Gempa Jepang

Tsunami dilaporkan mulai terlihat pada sejumlah titik.

Tiga jam setelah gempa berkekuatan tinggi, tsunami setinggi 1,4 meter dilaporkan terlihat di Sendai, Prefektur Miyagi, Selasa pagi, 22 November 2016. Munculnya tsunami, juga dilaporkan pada empat titik lainnya, seperti di Pelabuhan Soma yang mencapai ketinggian 90 sentimeter.

Dikutip dari RT, lokasi lainnya adalah Ishinomaki Ayukawa dan Pelabuhan Kuji setinggi 80 sentimeter. Tsunami setinggi satu meter, juga dilaporkan terjadi pada pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daichi dan Daini. Otoritas memperingatkan, tsunami bisa mencapai ketinggian lebih dari tiga meter.

Namun, Tokyo Electric Power Company (TEPCO), menyebutkan tidak ada situasi berbahaya dan gelombang kedua tidak terlalu tinggi. Mereka juga mengonfirmasikan, pompa sistem pendingin pada reaktor tiga sudah kembali berjalan, setelah sempat dilaporkan berhenti 20 menit sebelumnya.

Badan Meteorologi Jepang memperbarui informasi gempa, merevisi kekuatan gempa menjadi 7,4 skala richter dari sebelumnya 7,3. Kedalaman gempa juga direvisi menjadi 25 kilometer.  Dua gempa susulan dilaporkan terjadi dengan kekuatan 4,9 dan 4,6 skala richter.

Gempa dilaporkan membuat penerbangan di Bandara Sendai dan Fukushima tertunda, tapi disebut belum ada masalah serius. Maskapai seperti Japan Airlines, bahkan memutuskan untuk membatalkan empat penerbangan. (asp)

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/850611-tsunami-1-4-meter-terlihat-setelah-gempa-jepang )

Baca Juga :

Iklan